Rumah Belajar Zahra Gelar Progress Report Tahap II, Tekankan Sinergi Orang Tua dan Tutor
Pewarta: Tim RBZ - 4 Agustus 2025
Pewarta: Tim RBZ - 4 Agustus 2025
Sumber: Dokumentasi RBZ
Lombok Timur, 4 Agustus 2025. Rumah Belajar Zahra Kembali menggelar kegiatan progress report tahap II tahun 2025. Sebelumnya Lembaga bimbingan belajar ini sukses mengadakan kegiatan yang sama, yaitu progress report tahap I tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menyampaikan hasil belajar siswa secara menyeluruh khususnya pada program yang diambil di RBZ, serta program pengembangan prestasi akademik yang menyertai program bimbel. Penyampaian hasil belajar kepada wali siswa dilakukan dengan cara privat di dalam ruangan tertutup untuk menjaga privasi siswa dan walinya.Â
Dalam kegiatan ini, aktivitas tutor dan siswa tidak hanya sebatas menyampaikan hasil belajar, tetapi dibarengi dengan diskusi dua arah antara tutor dengan wali siswa. Diskusi ini membahas tentang kesulitan belajar yang dialami siswa, modalitas belajar yang dimiliki siswa, strategi penguatan pembelajaran yang bisa dilakukan di rumah oleh wali siswa, dan hal-hal penting lainnya yang perlu didiskusikan dan diketahui oleh bimbel.
Melalui program ini, Rumah Belajar Zahra mengetahui banyak hal tentang siswa. Informasi ini sangat penting bagi tutor untuk memilih pendekatan yang dilakukan saat proses belajar mengajar. Pendekatan pembelajaran yang diterapkan di Rumah Belajar Zahra bukanlah pendekatan kaliskal, tetapi lebih ditekankan melakukan pendekatan individual. Itulah alasannya Rumah Belajar Zahra tidak menerima siswa yang banyak, masksimal 7 siswa untuk kelas prasekolah dan maksimal 8 siswa untuk SD, SMP, dan SMA. Jumlah siswa yang tidak terlalu besar memberikan peluang lebih besar kepada tutor untuk memberikan bimbingan belajar dengan optimal.
Program yang dilaksanakan 6 bulan sekali ini memberikan dampak yang cukup signifikan bagi perkembangan prestasi akademik siswa. Kesulitan belajar yang ditemui saat progress report tahap I sudah bisa teratasi dan tidak muncul lagi pada siswa yang memiliki kesulitan tersebut. Hal ini menjadi bukti bahwa proses transfer informasi yang diterima siswa di rumah dan Lembaga Pendidikan haruslah satu frekuensi. Supaya transfer ilmu yang diselipkan dalam proses belajar mengajar bisa menjadi lebih bermakna. Karena otak manusia terstimulus hanya menyimpan informasi yang bermakna ke dalam memori jangka panjangnya, dan akan secara otomatis menghapus informasi yang dianggap tidak bermakna. Itulah pentingnya singkronisasi strategi mengajar di Lembaga Pendidikan dan strategi penguatan pembelajaran di rumah. Supaya anak tetap belajar sesuai dengan modalitas yang dimiliki.
Saopiyah, S.Pd. selaku kepala bidang akademik Rumah Belajar Zahra saat ditemui di lokasi bimbel, menyampaikan bahwa program ini merupakan program yang selalau dan terus akan dilaksanakan. Kami tidak bisa melakukan perubahan sendiri, tetapi membutuhkan informasi dan peran penting dari para orang tua. Sekalipun siswa sudah dewasa, tetap membutuhkan bimbingan orang tua dengan cara yang disesuaikan dengan usia mereka. Banyak orang tua yang belum memahami modalitas belajar yang dimiliki oleh anak mereka. Anak-anak mungkin rajin belajar di rumah secara mandiri ataupun dibimbing orang tua, tetapi ketika anak belajar bukan sesuai dengan gaya belajarnya, maka proses belajar tersebut tidak bisa mendatangkan hasil yang maksimal. Maka itulah pentingnya kegiatan ini, observasi yang dilakukan di RBZ disampaikan kepada wali siswa, lalu akan mendapatkan konfirmasi kebenaran dari para wali siswa. Jika sudah terkonfirmasi, selanjutnya kami dan wali siswa akan merumuskan strategi yang harus dilanjutkan di rumah masing-masing.
Program-program yang ada di Rumah Belajar Zahra menjadi satu kesatuan yang saling menguatkan. Baik itu program akademik reguler maupun program penguatan prestasi akademik. Informasi yang didapatkan dari setiap program menjadi pelengkap strategi pelaksanaan pada program yang lainnya. Sehingga setiap siswa di RBZ memiliki rekam detail masing-masing terkait dengan kemampuan akademik sebelum dan sesudah treatment, termasuk persentase perkembangan akademik siswa.