Dukung Literasi Masyarakat, Rumah Belajar Zahra Gandeng Relima dan Lora dalam Program Seribu Buku
Pewarta: Tim RBZ - 8 Agustus 2025
Pewarta: Tim RBZ - 8 Agustus 2025
Sumber: Dokumentasi RBZ
Lombok Timur, 8 Agustus 2025. Relawan Literasi Masyarakat (Relima) dan Lombok Read Aloud (Lora) mengunjungi Rumah Belajar Zahra dalam rangka pendampingan pemanfaatan bantuan seribu buku dari perpustakaan nasional. Dalam proses pendampingan ini, banyak ilmu yang diperoleh terkait dengan pengelolaan perpustakaan. Rumah Belajar Zahra yang baru satu tahun ini mengusulkan Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) dengan jenis taman bacaan masyarakat, masih memerlukan banyak bimbingan. Rumah Belajar Zahra berkomitmen dalam meluaskan layanannya kepada masyarakat dalam menguatkan literasi. Sehingga RBZ tidak hanya fokus kepada siswanya, tetapi bisa ikut andil dalam mengembangkan masyarakat di luar RBZ.
Dalam kunjungan ini, ada beberapa hal yang disepakati dan akan dilaksanakan oleh perpustakaan RBZ, diantaranya adalah akan memaksimalkan pengelolaan bahan bacaan bermutu yang telah diberikan oleh perpusnas dan melakukan pelatihan read aloud kepada para wali siswa. Diskusi dan pembimbingan yang dilakukan sehari ini memberikan ide kreatif bagi relawan literasi yang ada di RBZ untuk melaksanakan program seribu buku sebelum memasuki dunia sekolah. Dimulaikan dari siswa RBZ, seluruh siswa diwajibkan untuk membaca atau dibacakan buku minimal satu judul sehari. Program ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kosa kata yang dimiliki oleh anak. Proses diskusi yang dilakukan selama membaca juga akan melatih keterampilan berpikir kritis siswa.
Dalam kunjungan ini, Relawan Literasi Masyarakat yang juga merupakan pengurus Lombok Read Aloud menyempatkan diri berbagi kebahagiaan bersama siswa RBZ melalui kegiatan membacakan buku dengan metode read aloud. Anak-anak terlihat sangat antusias dalam mendengarkan cerita dalam buku dan bersiskusi terkait dengan buku yang dibacakan. Kegiatan ini memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap minat belajar siswa.
Mbak Navia, selaku Relima sekaligus pengurus Lora menerangkan bahwa kegiatan ini bisa dilakukan oleh para orang tua di rumah dengan memanfaatkan buku yang ada di perpustakaan Rumah Belajar Zahra. Akan sangat baik jika Rumah Belajar Zahra bekerjasama dengan para wali siswa untuk mensukseskan program tersebut. Membaca nyaring (read aloud) merupakan salah satu metode yang efektif untuk menguatkan literasi anak, sekalipun mereka belum mengenal huruf. Peningkatan kosa kata melalui proses read aloud bisa menambah kebermaknaan informasi yang diperoleh ketika anak belajar mengenal huruf atau angka. Mereka akan bisa merangkai huruf tersebut menjadi kata dan kalimat karena lebih dulu mengenal kosa kata melalui proses membaca. Mbak Navia siap membantu untuk memberikan pelatihan read aloud kepada wali siswa ungkapnya.
Sunandar Azma’ul Hadi, Founder Rumah Belajar Zahra menyatakan siap bekerjasama dengan berbagai pihak untuk turut serta dalam menguatkan literasi masyarakat. Berbagai program yang dilaksanakan oleh Rumah Belajar Zahra telah mulai menyasar masyarakat umum, bukan hanya fokus pada siswa yang ada di RBZ. Semoga kami bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat luas.