Semangat Literasi Remaja Tertuang Dalam Buku Berjudul Orbit yang Belum Usai
Pewarta: Tim RBZ - 15 September 2026
Pewarta: Tim RBZ - 15 September 2026
Sumber: Dokumentasi RBZ
Lombok Timur, 15 September 2026 — Buku Orbit yang Belum Usai menjadi salah satu karya terbaru yang hadir di tengah geliat literasi anak muda. Buku tersebut bukan lahir dari seorang penulis besar, melainkan dari sekelompok anak muda yang memiliki minat dan kegemaran yang sama, yakni menulis.
Buku Orbit yang Belum Usai mengangkat beragam realitas kehidupan sehari-hari yang dekat dengan pembacanya. Sejumlah isu yang diangkat di antaranya perundungan, ketimpangan relasi kuasa, kemiskinan, pencarian identitas diri, hingga persoalan memori.
Keragaman tema tersebut membuat buku ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari remaja, orang dewasa, hingga para orang tua. Lebih dari sekadar kumpulan tulisan, buku ini juga menunjukkan bahwa semangat literasi di kalangan anak muda masih terus tumbuh.
Di tengah maraknya penggunaan gawai dan media sosial, aktivitas membaca dan menulis di kalangan remaja kerap menghadapi tantangan. Kehadiran Orbit yang Belum Usai menjadi salah satu gambaran bahwa masih ada generasi muda yang memilih menuangkan gagasan, pengalaman, dan kreativitasnya melalui tulisan.
Salah satu penulis dalam buku tersebut adalah Zulfaida Atira. Remaja yang kini duduk di kelas XII sekolah menengah atas itu merupakan salah satu siswa di lembaga bimbingan belajar Rumah Belajar Zahra. Orbit yang Belum Usai menjadi buku pertama yang ditulisnya.
Bagi Zulfaida, keterlibatannya dalam buku tersebut menjadi langkah awal untuk terus berkarya. Ia menilai menulis dapat menjadi ruang bagi remaja untuk mengekspresikan diri sekaligus menyampaikan gagasan kepada orang lain.
Ke depan, Zulfaida mengungkapkan keinginannya untuk berkolaborasi dengan lebih banyak orang, termasuk para tutor di Rumah Belajar Zahra, dalam menghasilkan buku-buku yang relevan dengan kebutuhan dan kehidupan anak-anak seusianya.
Semangat Zulfaida dalam menulis menunjukkan bahwa usia remaja bukan menjadi penghalang untuk menghasilkan sebuah karya. Justru, masa tersebut dapat menjadi momentum untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membangun kebiasaan literasi.
Kehadiran Orbit yang Belum Usai diharapkan dapat menjadi pemantik bagi semakin banyak remaja untuk berani membaca, menulis, dan menghasilkan karya. Rumah Belajar Zahra pun diharapkan dapat terus menjadi ruang yang mendukung pengembangan potensi dan keterampilan para siswanya, khususnya dalam bidang literasi.