Sumber: Dokumentasi RBZ
Lombok Timur, 29 September 2026 – Rumah Belajar Zahra, salah satu lembaga bimbingan belajar yang berlokasi di Kabupaten Lombok Timur, kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi akademik siswa melalui keikutsertaan dalam ajang kompetisi tingkat nasional. Tahun ini, Rumah Belajar Zahra mengirimkan lima siswa terbaiknya untuk mengikuti Olimpiade KURVA Nasional pada bidang Matematika dan Bahasa Inggris yang akan berlangsung pada 4 Oktober 2026.
Olimpiade KURVA Nasional tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Dalam ajang ini, Rumah Belajar Zahra mengutus lima peserta, yaitu Keanu Syauqi kelas 4A, Shakeel Ramadhani kelas Privat, Naufa Varisha Anggara kelas 4C, Hasna Ahlaqia kelas 3A, dan Jihan Brillian Sofyan kelas 3A.
Sebelum mengikuti kompetisi, para peserta telah menjalani program pembinaan intensif melalui kelas pembinaan olimpiade selama satu bulan. Program tersebut dirancang untuk memberikan penguatan materi sesuai dengan kisi-kisi perlombaan serta meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan berbagai latihan soal yang relevan dengan bidang yang diikuti.
Pembinaan dilakukan oleh tim tutor yang terdiri dari pengajar Matematika dan Bahasa Inggris yang memiliki kompetensi profesional pada bidang masing-masing. Melalui pendampingan tersebut, siswa tidak hanya dipersiapkan dari sisi akademik, tetapi juga dilatih untuk memiliki kesiapan mental dalam menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Penanggung jawab Olimpiade Kontingen Rumah Belajar Zahra, Evariani, S.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh peserta yang telah mengikuti proses pembinaan dengan penuh komitmen.
"Kami memberikan apresiasi yang sangat luar biasa kepada seluruh peserta yang mewakili Rumah Belajar Zahra. Tidak ada satu pun jadwal pembinaan yang mereka lewatkan. Setiap tahapan dan kebutuhan persiapan lomba telah mereka jalani dengan baik," ujar Evariani.
Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan persiapan olimpiade ini tidak terlepas dari dukungan para orang tua siswa. Pengawasan dan penguatan belajar di rumah tetap dilakukan secara konsisten untuk mendukung proses pembinaan yang telah diberikan di lembaga bimbingan belajar.
Sementara itu, Rumah Belajar Zahra menegaskan bahwa keikutsertaan siswa dalam olimpiade bukanlah sebuah kewajiban bagi seluruh peserta didik. Lembaga tersebut memberikan kebebasan kepada siswa dan orang tua dalam menentukan tujuan belajar sesuai kebutuhan masing-masing.
Selain pembinaan olimpiade, fokus utama Rumah Belajar Zahra tetap pada pemberian layanan pembelajaran tambahan yang membantu siswa memahami materi sekolah secara lebih optimal. Proses pembelajaran dirancang dengan pendekatan yang menyesuaikan karakteristik dan modalitas belajar setiap siswa.
Untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif, Rumah Belajar Zahra menerapkan sistem kelas dengan jumlah siswa yang relatif terbatas dalam setiap kelompok belajar. Kondisi tersebut memungkinkan tutor melakukan pendampingan secara lebih individual serta memantau perkembangan belajar siswa secara lebih terarah.
Evariani berharap, melalui persiapan yang telah dilakukan, para siswa mampu memperoleh hasil terbaik dalam Olimpiade KURVA Nasional. Namun, bagi Rumah Belajar Zahra, pengalaman mengikuti kompetisi tingkat nasional menjadi nilai utama yang diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri dan memberikan pengalaman berharga bagi para siswa.
"Kami tidak memberikan target tertentu kepada siswa. Hal terpenting adalah mereka mendapatkan pengalaman mengikuti kompetisi tingkat nasional. Pengalaman tersebut akan menjadi bekal bagi perkembangan akademik dan kepercayaan diri mereka ke depan," tambahnya.
Dengan semangat belajar dan dukungan berbagai pihak, Rumah Belajar Zahra berharap keikutsertaan dalam Olimpiade KURVA Nasional menjadi langkah positif dalam mencetak generasi muda yang memiliki kemampuan akademik, keberanian berkompetisi, serta kesiapan menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.
Pewarta: Tim RBZ